"HUBUNGAN KOMUNIKASI DENGAN GURU"
Assalamualaikum wr.wb...
Haii...Perkenalkan nama saya Anggun Putri Andari, saya mahasiswi Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin Dumai, Fakultas Tarbiyah, Jurusan PAI Kelas pagi, dengan NIM; 0101.21.0014.
Okee...sampai itu saja perkenalannya yaa...
Pertama, saya ucapkan selamat untuk memperingati HUT PGRI 28 November 2022, untuk semua guru yang ada di dunia maupun untuk calon guru/pendidik seperti saya sendiri contohnya.
Nahh sekarang langsung saja dalam pembahasan yaa...
Apa sih Hubungan Komunikasi dengan Seorang Guru/Pendidik? Kenapa sih, sebuah komunikasi bisa terkait dengan guru?
Begini...sebelum mengarah lebih dalam kira harus tahu terlebih dahulu apa itu pengertian komunikasi?
Komunikasi adalah suatu proses interaksi yang memiliki makna berupa pesan, informasi, hingga ke topik tertentu agar sumber tersebut dapat dipahami oleh penerima. Dari sini sebenarnya sudah terlihat bahwa Seorang Guru/pendidik tidak bisa terlepas dengan yang namanya komunikasi. Hal ini dikarenakan sebelum seorang guru mengajarkan suatu materi maka, langkah awalnya adalah komunikasi. Bagaimana caranya seorang guru/pendidik wajib untuk memiliki keahlian dalam berkomunikasi sehingga materi yang akan disampaikan dapat diterima serta mudah dipahami dengan baik oleh para peserta didiknya.
Sebuah komunikasi ini juga adalah sebagai langkah awal bagi calon guru/pendidik khususnya saya sendiri yang saat ini sedang mengambil jurusan Tarbiyah (Pendidikan). Mengapa? Karna membutuhkan latihan dan kebiasaan untuk melatih berkomunikasi ataupun berbicara didepan umum agar apa yang kita ucapkan, sampaikan dapat dimengerti ataupun dipahami oleh calon peserta didik kita nanti.
Membicarakan dengan memperingati HUT PGRI 2022, kita bisa melihat bahwa seorang guru/pendidik adalah seseorang yang istimewa karna memiliki hari khusus dimana mereka dikenal sebagai seorang yang sedang berprofesi sebagai guru/pendidik. Maka dari itu, kita sebagai calon guru/pendidik harus mempersiapkan kesiapan diri mulai dari sekarang, agar bisa menjadi calon guru/pendidik yang berkredibel dan memotivasi.
Seorang guru/pendidik juga harus menerapkan fungsi dari komunikasi. Lohh...tadi komunikasi berhubungan dengan komunikasi kenapa sekarang juga harus menerapkan fungsi komunikasinya? Memang apa saja fungsi komunikasi?
Fungsi komunikasi itu ada 3 yaitu, 1) Mempengaruhi, 2) Menghibur, dan yang ke 3) mendidik. Terlihat dari 3 fungsi ini bahwa seorang guru/pendidik harus menerapkan fungsi dari komunikasi karena faktanya seorang guru/pendidik harus mempengaruhi artinya seorang guru/pendidik harus memiliki cara bagaimana caranya agar apa yang ia ajarkan maupun sampaikan, menjadi pengaruh bagi peserta didiknya. Lalu, seorang juga harus menghibur artinya seorang guru/pendidik selain membimbing dan mengajarkan materi ia harus memikirkan bagaimana caranya agar kondisi dan situasi disaat pembelajaran tersebut terlihat bersemangat dan tidak membosankan. Selanjutnya, guru/pendidik harus mendidik artinya seorang guru/pendidik tidak hanya mengajarkan materi semata tetapi seorang guru juga harus mendidik dan menjadi contoh, suri tauladan bagi peserta didiknya.
Dari sini, terlihat bahwa sebuah komunikasi sangat berhubungan dengan seorang guru/pendidik karena, fungsi dari komunikasi adalah tujuan dari seorang guru/pendidik. Seorang calon guru/pendidik harus baca kalimat ini "You can have brilliant ideas, but if you can't get them across, your ideas won't get you anywhere"- Lee Iacocca.
Artinya : "kamu bisa saja mempunyai ide cemerlang tetapi, jika kamu tidak bisa meyampaikannya, ide tersebut tidak dapat membawa kamu kemana-mana."
Kalimat ini juga berlaku untuk seorang guru/pendidik. Secerdas apapun seorang guru jika ia tidak bisa berkomunikasi dengan baik dan percaya diri, maka ia akan kalah dengan orang yang mempunyai kapasitas kecerdasan biasa tetapi memiliki kemampuan berkomunikasi yg sangat baik.
Hal ini bukti, bahwa seorang guru/pendidik tidak hanya bertugas untuk mengajarkan materi semata tetapi guru juga harus bisa mendidik, membimbing, mengarahkan, agar peserta didik tersebut menjadi cerdas dan berkarakter. Di zaman sekarang ini sudah tidak asing lagi dengan kata-kata "banyak sekali anak cerdas tapi karakternya buruk".
Kata tersebut tidak sepenuhnya benar tetapi untuk saat ini kata tersebut fakta adanya. Hari ini banyak sekali anak-anak yang memiliki kecerdasan tetapi tidak mempunyai karakter yang baik. Contohnya : zaman dahulu, jika seorang murid dihukum mereka akan menerimanya. Tetapi, untuk zaman sekarang jika seorang murid dihukum mereka akan memberontak tidak terima jika mereka melakukan kesalahan. Hal ini terjadi, karena pendidikan saat ini lebih menerapkan kurikulum kompentensi daripada kurikulum pengembangan karakter. Bukan berarti kurukulum kompetensi tidak penting.
Alangkah baiknya, jika kurikulum pendidikan menerapkan kompentensi dan pengembangan karakter secara berdampingan. Agar nantinya seorang peserta didik tidak hanya pintar tetapi memiliki karakter yang baik dan berkualitas.
Selain dari kurikulum pendidikan, membentuk karakter seorang peserta didik juga adalah tugas/peran dari seorang guru/pendidik. Hal ini di perjelas oleh Ki Hajar Dewantara bahwa guru harus menjadi teladan, seorang model sekaligus mentor, dari peserta didik di dalam mewujudkan perilaku yang berkarakter, sehingga meliputi olah pikir, olah hati, dan olah rasa.
Maka dari itu, kita sebagai calon guru/pendidik harus lebih termotivasi lagi dan mempelajari lebih dalam mengenai komunikasi, hingga memahami peran sesungguhnya dari seorang guru/pendidik itu sendiri. Ingat, Yang paling hebat bagi seorang guru adalah mendidik, dan rekreasi yang paling indah adalah mengajar serta perbaiki dan berlatihlah cara berkomuniksi dengan baik agar menjadi guru yang lebih bermutu, berkredibel, dan berkarakter.

Luar biasa anggun. Terus menulis yaaa..
BalasHapusOke pak
Hapus