"CERPEN"

Setitik Cahaya Mimpi
Karya : Anggun Putri Andari

        Tiap hari waktu silih berganti bagaikan roda berputar maju. Hangatnya sang Surya ditemani hembusan angin membawa semangat pagi akan keindahan sang alam. Tiap langkah kaki menyentuh tanah memberi saksi bahwa mimpi akan ku genggam. Mimpi itu bagaikan prasasti yang tidak semua orang melewatinya.

        Sebelum menggapai mimpi itu, ingatlah pesan ini " Life is like a piano, white and black. If god play it, all will be a beautiful melody". artinya, Hidup seperti sebuah piano, berwarna putih dan hitam. Jika Tuhan memainkannya,maka akan menjadi melodi yang indah.

        Tanpa disadari perjalanan pendidikan ku, menuju tahap Mahasiswa. Langkah awal untuk mendekati sang mimpi, tak lupa juga aku memikul tanggung jawab kepada diriku sendiri maupun orang tua ku. bagiku orang tua terlihat seperti bintang kecil namun mampu menyinari gelap-Nya malam.

        Awal sebelum perkualiahan aku tidak berharap banyak karena melihat keadaan di 2021 ini yang mana virus Corona masih bertahan saat ini. Apa aku akan melakukan perkuliahan online (daring)??Kalau iya sungguh melelahkan pasti,iyaaa...melelahkan karena tak paham akan materi juga akan melelahkan karena sepanjang hari dirumah menatap ke atas langit-langit berharap kapan virus Corona ini berakhir....

        "Ting..tingg... Handphone ku berdering. Astagaa...apa ini nyata?"(sambil berteriak)
"Diberitahukan kepada calon mahasiswa baru bahwa pelaksanaan PKKMB akan dilakukan secara Luring,dan kegiatan agak berlangsung selama 2 hari".
Wahh...tanpa berpikir panjang aku langsung menyiapkan apa saja persyaratan yang harus kubawa saat PKKMB.
1 Hari sebelum hari H, aku terus berpikir apa saja yang harus ku lakukan jika sudah disana?apa kakak senior ku nanti galak??apa barang yang ku bawa ini sudah benar???
        "Bagaimana tidak takut, di persyaratan ada tertulis harus membawa bunda cis berenang renang?? ikan berdarah-darah?"
Hahaha...aku merasa seperti mengikuti kuis tebak-tebakan saat ini...

        Di pagi gelap buta, ditemani merdunya suara adzan, aku terbangun...di lihat matahari belum menunjukkan jati dirinya, setelah kegelapan itu perlahan-lahan berganti cerah. Inilah saatnya aku melangkahkan kaki menuju kampus yang dikatakan adalah kampus mimpi,kampus sang pemimpin,bahkan kampus cahaya. Dahulu tak pernah terlukiskan dibenakku bagaimana indahnya kehidupan kampus sebagai tempat berteduh,ruang diskusi, namun masih sangat mengharapkan cerita seperti apa yang akan menimpa ku saat kuliah nanti.

        "Fiuhh...hari yang menantangku, tepat pukul 06.00 harus on time berada di dalam kampus karena kakak senior tak mengenal kata kompromi,Hehehehe...."
"Wahh..gilaaa,batinku berteriak", memang dunia perkuliahan sungguh disiplin baru saja aku menaruh tas ku diruangan kelas sudah ada pengumuman untuk berkumpul di lapangan dan berbaris.
"Yaa...aku ikuti saja alur PKKMB ini dengan ikhlas dan seksama".
        
        Ketika sampai di lapangan semua mata tertuju padaku, ohh bukan...tapi pada pelipisku.
"Flashback..."
"Biarkan aku masuk kamar mandi dulu ya dek,kakak takut telat"ujarku begitu pada adikku"
"Tidak...aku sedang ada panggilan alam loh kak!"jawab adikku padaku
Terjadilah aksi saling dorong mendorong, ditengah perkelahian...
"Jedugg...Aduhhh!"aku berteriak saat pelipisku mengenai ujung pintu yang lumayan tajam
"kak,itu berdarah"teriak adikku
Begitulah akhir dari drama pelipis ini...
        
        Aku merasa mengapa di hari pertama perkuliahan ini sungguh sial,bukan merasa kesakitan akan pelipis yang luka,tapi menahan malu yang akan meledak!!"Huaaa"...aku hanya bisa menjerit dalam hati.
        Setelah selesai berkumpul di lapangan kami semua disuruh untuk ke aula untuk mendengarkan materi yang akan disampaikan oleh dosen. 
"Yaa aku ikuti materi perkuliahan ini dengan seksama tapi akhirnya bosan juga,Hahaha"
        Jarum jam menunjukkan pukul 12.00 waktunya jam istirahat dan kami semua disuruh berkumpul di suatu ruangan untuk makan bersama sesuai dengan kelompoknya masing-masing.

        Setelah selesai makan,dan sholat materi sekitar pengenalan kampus dilanjutkan hingga jam 16.00. lalu, setelah itu kami diberikan istirahat sampai waktu sholat Maghrib tiba. Kesempatan ini kugunakan untuk mengganti perban yang sudah penuh akan darah, iya aku juga tak mengerti kenapa darahnya tak bisa berhenti padahal sudah kuberi alkohol, Betadine, bahkan es batu. 

        Seusai sholat Maghrib kita semua makan bersama,lalu melanjutkan kegiatan selanjutnya.
Kegiatan kami selanjutnya adalah "Debat".
        "Dalam hatiku...aku sangat gugup karena ini pertama kalinya bagiku mengikuti debat"
Setelah dibagikan per kelompok kami semua diberi waktu 15 menit untuk berdiskusi dengan kelompok nya masing-masing. 
"Jangan lupa membuat yel-yel sebelum tampil ya"kata kakak senior....
"Seketika aku langsung membeku,ya ampunn...kalimat untuk debat nanti saja belum tentu selesai bagaimana dengan yel-yel nya??"

        Saat berdiskusi aku merasa kelompok ku agak sedikit kurang kompak, tapi diskusi tetap berjalan dengan baik.

"Oke...waktu berdiskusi sudah habis..."
Kami semua langsung menghadap ke arah "Debat yang akan dimulai"

        Disaat melihat kelompok 1 dan 2 tampil dengan sangat memukau lain halnya dengan kelompok kami yang masih bingung memikirkan yel-yel.
Sekarang giliran kelompok kami yang tampil dan Kami semua masih tetap diam bingung harus melakukan apa? Tiba-tiba ditengah keheningan...
"Nggun...majulah pimpin yel-yel" ujar salah satu teman kelompok ku
"Haa!!! Aku,nggak mau" dengan tatapan kesal
        
        Tapi, daripada kita semua menanggung malu hanya karena yel-yel, akhirnya dengan terpaksa aku mau memimpin yel-yel tanpa rencana.
Saat aku sudah berteriak dengan lantang
"Kelompok 4..." Hening,Tak ada satupun dari mereka yang menjawab
"Ya ampunn ingin aku rasanya menghilang..."
"Aku langsung melototi mereka dan bilang jawabbb!!!"

        Akhirnya setelah menahan malu dan sedikit emosi kami semua berhasil menampilkan yel-yel kami yang sangat sederhana.
Setelah kegiatan "Debat" selesai kami semua disuruh berbaris. 
        Disinilah dimulainya penderitaan...kami dimarahi oleh para senior karena kita tidak bisa menjawab materi yang telah dijelaskan dari kegiatan awal.
"Disini rasanya kaki ku sudah sangat lelah,karena berdiri sejak tadi"
"Bahkan temanku sudah ada yang hampir pingsan karena lelah dan mengantuk menjadi satu"
        "Aku tidak marah akan perlakuan ini, karena apa yang dilakukan para senior ini adalah untuk kebaikan diri kita sendiri agar "mental kita menjadi kuat dalam menghadapi situasi apapun kedepannya."

        Disinilah aku sekarang berada di ruangan gelap bersama teman seperjuangan yang mungkin sudah terlelap akan kelelahan...
"Aku sendiri entah kenapa? Aku tidak bisa tidur."
"Aku selalu merenungkan apakah kuliah ini memang benar jalan akan mimpi ku nanti?"
        Mimpi yang akan menjadi kebahagiaan orang tuaku, mimpi yang akan menjadi kebahagiaanku nanti...
        Tiba-tiba sekitar jam 1 pagi, aku dikejutkan oleh ketukan pintu yang cukup keras...
"Dek bangun...bangun..waktunya kita jurid malam"ujar kakak senior
Astaga, aku langsung membangunkan teman sekelompok ku yang sudah terlelap sangat nyenyak.
"Heii...bangun ada jurid malam"teriakku sambil bersiap-siap.

        Setelah semua berkumpul, rasanya aku ingin menahan tawa, bagaimana tidak mereka semua kayak orang setengah sadar belum lagi aku melihat kehebohan temanku yang sibuk mencari name tag mereka...
        Kegiatan jurid malam ini seperti kegiatan pada umumnya, yaitu melatih kedisiplinan,kesopanan,dan keakraban dengan kakak senior.
        Kegiatan jurid malam ini bagiku sangat banyak pelajaran yang bisa diambil, tetapi aku sedikit kurang nyaman karena badanku terasa gatal digigit nyamuk.
Jurid malam selesai 7 menit sebelum sholat subuh.

        Setelah sholat subuh kami semua bersiap-siap untuk senam.
Inilah hari keduaku selama PKKMB, kegiatan di hari ke dua ini ada senam,bermain game,dan terakhir gotong royong...
        Kebahagiaan ku tidak bisa ditutupi saat bermain game, rupanya benar akan ada kebahagiaan setelah melalui kesulitan...
Aku paling menyukai permainan oper tepung kebelakang, walaupun kelompok ku kalah tapi aku merasa lucu bisa melihat orang lain yang wajahnya penuh dengan tepung.

        Akhirnya kegiatan PKKMB ini berakhir pada jam 17.00, aku merasa lega karena sudah melewati kegiatan ini dengan lancar walaupun aku merasa badanku terasa sangat lelah dan mengantuk karena aku tidak tidur sama sekali, tetapi ini akan menjadi pengalaman berharga pastinya

        Sesampai dirumah aku disambut hangat oleh keluarga ku.
Kegiatan PKKMB ini adalah langkah awal, dan aku berharap saat menjalankan perkuliahan berikutnya aku bisa melewati rintangan dengan baik.
        Bagiku, masa kuliah inilah jalan bagiku untuk mewujudkan cita-cita ku, dalam arti "Setitik cahaya mimpi ku" akan disaksikan oleh perjalanan ku semasa aku kuliah ini.
Selalu ingatlah jalan menuju mimpi tidak hanya dengan cara kuliah saja, ada banyak jalan yang bisa kalian ambil untuk meraih mimpi itu, "There are many ways to make dreams come true, it depends on yourself whether you want to or not step to reach the light of the dream".


"Selesai"



Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer